Pembahasan Soal UN Kimia SMA 2018 Lengkap dan Jelas

Selamat datang kembali kembali di Blog SoalSiswa, Update terbaru yang akan saya bagikan kali ini adalah Pembahasan Soal UN Kimia SMA 2018 Lengkap dan Jelas. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kunjungan anda kali ini, dan semoga konten ini bisa bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya. Ujian Nasional (UNBK/ UNKP) akan diselenggarakan dalam beberapa bulan kedepan yang tentunya tidak lama lagi, bahkan Kisi-kisinya pun sudah dirilis.

https://soalsiswa.blogspot.com - Pembahasan Soal UN Kimia SMA 2018 Lengkap dan Jelas

Untuk itu diiharapkan guru bisa memfasilitasi kegiatan latihan (uji coba) UNBK/ UNKP yang berkualitas bagi siswa/i calon peserta Ujian tahun ini. Soal UN Kimia 2017/2018 (tahun kemarin) ini sengajar kami bagikan berikut dengan Pembahasannya yang mungkin anda minati untuk dijadikan bahan latihan disekolah anda.

Berikut contoh pembahasan Soal UN Kimia dan Pembahasannya No 1-8, yang secara lengkapnya bisa anda download pada link yang sudah disediakan.

Soal nomor 1
Diketahui unsur 11X dapat bereaksi dengan unsur 17Y, sifat fisik senyawa yang terbentuk dan jenis ikatannya berturut-turut adalah ....
  1. Lelehannya dapat menghantarkan arus listrik, ikatan ionik
  2. Tidak larut dalam air, ikatan kovalen
  3. Tidak larut dalam air, ikatan ionik
  4. Larutannya penghantar listrik, ikatan kovalen
  5. Larutan tidak menghantar listrik, ikatan ionik
Pembahasan soal nomor 1:
Konfigurasi elektron 11X = 2-8-1 stabil X+
Konfigurasi elektron 17Y = 2-8-7  stabil Y
X+ + Y XY (berikatan ionik, senyawa ion)
Sifat-sifat senyawa ion: larut dalam air, larutan dan lelehannya dapat menghantarkan arus listrik, titik lelehnya relatif tinggi.
Jawaban yang tepat A.


Soal nomor 2
Diketahui dua ion A2+ dan B- memiliki lintasan elektron sebagai berikut.

Jika unsur A mempunyai jumlah neutron 12 dan unsur B mempunyai jumlah neutron 18 pasangan data yang tepat adalah ....

Pembahasan soal nomor 2:
A2+ mempunyai 10 elektron,
A keadaan netral = 10 + 2 = 12  Nomor atom A = 12
Konfigurasi elektron A = 2-8-2
→ golongan II-A, periode-3
Nomor massa A = jumlah netron A + nomor atom A
Nomor massa A = 12 + 12 = 24
 golongan II-A, periode-3, 12A24
B–  mempunyai 18 elektron
B keadaan netral = 18 – 1 = 17,  Nomor atom B = 17
Konfigurasi elektron B = 2-10-7
→ golongan VII-A, periode-3
Nomor massa B = jumlah netron L + nomor atom L
Nomor massa B = 18 + 17 = 35
 golongan VII-A, periode-3, 17B35
Jawaban yang tepat D.


Soal nomor 3:
Perhatikan konfigurasi elektron unsur X dan Y berikut.
X: 1s2 2s22p6 3s23p3
Y: 1s2 2s22p6 3s23p5
Jika kedua unsur tersebut membentuk senyawa, rumus kimia dan bentuk molekul yang benar adalah

Pembahasan soal nomor 3:
X: elektron valensinya 5, X berada di periode 3, ada kemungkinan tidak mengikuti aturan oktet.
Y: elektron valensinya 7, perlu 1 elektron untuk stabil sesuai aturan oktet. 
Kemungkinan pertama: A3 + B1 → AB3 3 pasangan elektron berikatan dan 1 pasangan elektron bebas, bentuk piramida segitiga, tidak tersedia pada opsi soal.
Kemungkinan kedua, A menggunakan 5 elektron valensinya: A5 + B1 → AB5 5 pasangan elektron berikatan dan tanpa pasangan elektron bebas, bentuk bipiramida segitiga, tersedia pada opsi soal.
Jawaban yang tepat D.


Soal nomor 4 
Jika unsur 7A dan 17B berikatan, struktur Lewis yang benar adalah ....

Pembahasan soal nomor 4:

Yang digunakan untuk menentukan elektron valensi adalah nomor atom.
A nomor atom 7, konfigurasi elektron 2 – 5.
Elektron valensi A = 5, kurang 3 elektron untuk memenuhi aturan oktet.
B nomor atom 17, konfigurasi elektron 2 – 10 – 7.
Elektron valensi B = 7, kurang 1 elektron untuk memenuhi aturan oktet.
A3 + B1 A1B3 AB3 A berikatan tunggal dengan 3B dan masih ada 1 pasang elektron bebas.
Jawaban yang tepat C. 



Soal nomor 5:
Pada ruang tertutup dilakukan pembakaran 7 gram besi dengan 4 gram sulfur menghasilkan
besi sulfida sebanyak 11 gram. Kenyataan ini sesuai hukum dasar kimia, yaitu ....
A. Hukum Perbandingan Tetap (Proust)
B. Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac)
C. Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier)
D. Hukum Perbandingan Berganda (Dalton)
E. Hukum Perbandingan Molekul (Avogadro)

Pembahasan soal nomor 5:
Yang kasatmata pada soal ini adalah total massa sebelum bereaksi (7 g + 4 g = 11 g) dan setelah bereaksi juga 11 g. Ini sesuai dengan hukum kekekalan massa (Hukum Lavoisier).
Jawaban yang tepat C. 

Soal nomor 6: 
Perhatikan data hasil uji daya hantar listrik terhadap beberapa larutan berikut!



Berdasarkan data tersebut, pasangan larutan yang memiliki derajat ionisasi = 0, ditunjukkan
pada nomor ....

  1. 1 dan 2
  2. 1 dan 3
  3. 2 dan 4
  4. 3 dan 5
  5. 4 dan 5

Pembahasan soal nomor 6:
Derajat ionisasi nol hanya dimiliki larutan nonelektrolit karena tidak dapat terurai. Bila dalam uji daya hantar listrik maka lampu tidak akan menyala dan tidak ada gelembung pada elektroda.
Jawaban yang tepat A. 

Soal nomor 7:
Perhatikan data titrasi asam-basa asam sulfat X M dengan NaOH 0,4 M berikut!

V H2SO4V NaOH
120 mL24,0 mL
220 mL23,8 mL
320 mL24,2 mL

Kadar (%) massa H2SO4 (Mr = 98) yang terdapat dalam 20 mL larutan asam sulfat tersebut jika massa jenisnya 1,8 gram/mL adalah ....

  1. 0,32%
  2. 0,49%
  3. 0,98%
  4. 1,30%
  5. 4,90%

Pembahasan soal nomor 7:
Massa H2SO4 kotor:
Massa H2SO4 = 20 mL × 1,8 g/mL = 36 g
Volume rata-rata NaOH = (24 + 23,8 + 24,2) mL : 3 = 24 mL
Jumlah mol NaOH = 24 mL × 0,4 M = 9,6 mmol.
Reaksi: 2NaOH + H2SO4 Na2SO4 + 2H2O
Dari perbandingan koefisien reaksi setara dihitung jumlah mol H2SO4.
Jumlah mol H2SO4 = ½ jumlah mol NaOH
Jumlah mol H2SO4 = ½ × 9,6 mmol
Jumlah mol H2SO4 = 4,8 mmol = 0,0048 mol
Massa H2SO4 dari hasil titrasi:
Massa 0,0048 mol H2SO4 = 0,0048 mol × 98 g/mol
Massa 0,0048 mol H2SO4 = 0,4704 g
Kadar H2SO4 = (massa H2SO4 titrasi : massa H2SO4 kotor) × 100%
Kadar H2SO4 = (0,4704 g : 36 g) × 100%
Kadar H2SO4 = 1,30%
Jawaban yang tepat D. 

Soal nomor 8:
Perhatikan gambar dua larutan berikut ini!



Pernyataan terkait kedua larutan tersebut, antara lain:

  • Kedua larutan sama-sama memiliki pH = 3
  • Kedua larutan adalah asam lemah
  • Kedua larutan memiliki harga [H+] yang sama
  • Kedua larutan dapat mengubah warna lakmus merah
  • Kedua larutan dapat terionisasi sempurna

Pasangan penjelasan yang tepat mengenai kedua larutan tersebut adalah ....
A. 1 dan 3
B. 1 dan 5
C. 2 dan 4
D. 2 dan 5
E. 3 dan 5

Pembahasan soal nomor 8:
pH HCl = -log(103) = 3
pH CH3COOH = -log(√(101.105) = -log(103) = 3
Jadi kedua larutan memiliki pH sama, [H+] juga sama.
HCl merupakan asam kuat (terurai sempurna) dan CH3COOH merupakan asam lemah (terurai sebagian), bila diuji dengan lakmus merah tidak akan berubah warna. Penjelasan yang benar (1), (3)
Jawaban yang tepat A. 


Selengkapnya bisa anda download dibawah ini.

Ayo Lihat Artikel Ini :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel